Papua Pos | Korannya orang Papua

Switch to desktop

Taksir item ini
(0 pilihan)

Aktivis: Buku Socrates Referensi Positif Bagi Papua

Pendeta Socrates Sofyan Yoman

JAYAPURA [PAPOS] – Aktivis dan ketua Lembaga Analisa Kebijakan Daerah (La Keda) Paua, La Madi de Lamato menilai buku "Otonomi Khusus Papua Telah Gagal" karya Pendeta Socrates Sofyan Yoman merupakan referensi positif bagi wilayah itu.

"Buku ini jangan dianggap karya biasa oleh mereka (pemimpin daerah dan pemerintah,red) yang ingin memperbaiki kebijakan pembangunan di Papua," kata La Madi de Lamato kepada ANTARA Jayapura usai menghadiri peluncurun buku tersebut di aula STT GKI Padang Bulan, Kota Jayapura, Papua, Sabtu.

Ia mengatakan sangat kagum dengan Pendeta Socrates yang merupakan tokoh agama yang begitu konsisten dalam menulis banyak buku. "Socrates adalah sosok yang kritis, terbuka dan bicara blak-blakan tentang apa yang dilihatnya," katanya.

Lebih lanjut, La Madi mengatakan di saat pemerintah mendewa-dewakan otonomi khusus sebagai 'penyelamat orang asli Papua', Pendeta Socrates justru mengatakan sebaliknya. "Tidak banyak tokoh agama yang mampu memadukan ilmu khotbah (pendeta) dan menulis (intelektual) secara sinergis," katanya.

"Buku tersebut semakin mempertegas pendeta tidak berada di menara gading, atau hanya khotbah saja, tetapi bisa berkarya dalam bentuk buku," katanya.

Ketua pengurus badan Persekutuan Gereja-gereja Baptis Papua (PGGBP), Pendeta Socrates Sofyan Yoman, Sabtu siang waktu setempat meluncurkan buku dengan judul "Otonomi Khusus (Otsus) Papua Telah Gagal" di Aula STT GKI Padang Bulan, Kota Jayapura.

Buku setebal 408 halaman dengan latar belakang bewarna merah dan gambar pulau Papua itu isinya terdiri dari lima bab, di antaranya membahas tentang latar belakang Otsus di Papua, Ostus sebagai solusi politik Indonesia, dan pemusnahan etnis Papua, kejahatan negara dan pelanggaran HAM, kasus pelanggaran HAM 19 Oktober 2011 dan kasus penembakan Mako Tabuni 14 Juni 2012.

Buku tersebut diterbitkan oleh CenderawasihPress dan merupakan buku yang kesekian kalinya ditulis oleh Socrates Sofyan Yoman yang dicetak oleh Galangpress di Jogyakarta.

Socrates lahir di Situbondo pada 15 Desember 1969 dan merupakan tokoh gereja yang vokal soal Papua. Dan merupakan dosen di berbagai Sekolah Tinggi Theologia di Kota dan Kabupaten Jayapura, yang pernah berbicara dengan staf khusus Sekjen PBB pada Oktober 2011.

"Pada 6 Maret ini, saya akan luncurkan buku baru lagi dengan judul "Saya Bukan Bangsa Budak" kata Pendeta Socrates . [ant/ida]

Terakhir diperbarui pada

Berikan komentar

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.


Anti-spam: susun gambar berikut

Papua Pos | Korannya Orang Papua

Top Desktop version