Papua Pos | Korannya orang Papua

Switch to desktop

Taksir item ini
(0 pilihan)

Permintaan Tiket Pesawat Merpati di Timika Normal

TIMIKA [PAPOS]- Permintaan tiket pesawat PT Merpati Nusantara Airlines rute Timika-Makassar-Jakarta dan rute Timika-Jayapura-Biak-Makassar-Surabaya-Jakarta dan sebaliknya pascaliburan Natal dan Tahun Baru masih normal.

Kepala Cabang PT Merpati Nusantara Airlines Timika, Taufik Hidayat mengatakan di Timika, Selasa bahwa setiap hari penumpang yang diangkut dengan pesawat Merpati dari dan ke Timika rata-rata sekitar 140-an untuk rute Timika-Makassar-Jakarta dan sebaliknya.

Sedangkan untuk rute Timika-Jayapura-Biak-Makassar-Surabaya dan Jakarta setiap hari mencapai 130-an penumpang.

"Untuk saat ini sudah normal dibanding saat liburan Natal dan Tahun Baru memang permintaan tiket sangat tinggi. Kami mengantisipasi arus balik dari Jakarta-Makassar dimana puncaknya diperkirakan hingga tanggal 9 Januari," kata Taufik.

Menurut dia, saat liburan Natal dan Tahun Baru, PT Merpati Nusantara Airlines menambah kapasitas kursi penumpang untuk rute Timika-Makassar-Jakarta dengan mengoperasikan pesawat Boeing 737-400 PK-MDO berkapasitas 167 orang karena arus penumpang sangat padat.

Meski permintaan tiket Merpati khusus untuk rute Timika-Makassar dan Timika-Manado sangat tinggi, para penumpang yang hendak berlibur Natal dan Tahun Baru di kampung halamannya bisa terangkut seluruhnya.

Taufik juga mengakui sering terjadinya penundaan keberangkatan pesawat Merpati dari Timika ke kota-kota di wilayah barat maupun timur karena terhambat masalah cuaca buruk.

Akibat penundaan keberangkatan pesawat Merpati, para penumpang mengalami kerugian waktu untuk sampai di tempat tujuan.[ant/ari]

Distribusi Penjualan Minyak Tanah di Biak Mulai Normal

BIAK [PAPOS] - Distribusi penjualan minyak tanah di berbagai agen pengecer di Kabupaten Biak Numfor, Papua hingga awal Januari 2013 kembali normal, meski sekitar dua bulan sempat mengalami antrean pembelian bahan bakar bersubsidi.

Geoge, salah seorang penjual eceran di Biak, Selasa mengakui, suplai minyak tanah di berbagai pangkalan penjualan kembali normal sehingga pembelian bahan bakar memasak itu tidak lagi antre.

"Antrean minyak tanah bersifat sementara saja, ya hingga sekarang sudah banyak agen pangkalan menyediakan kebutuhan bahan bakar bersubsidi ini," ujarnya.

Hal senada diakui Rudin, penjual eceran lain mengaku, suplai kebutuhan minyak tanah di berbagai tempat pangkalan penjualan bahan bakar memasak ini sudah berlangsung normal.

"Hingga saat ini untuk pembelian bahan bakar minyak tanah bisa didapat pada berbagai pangkalan pengecer, " kata pemgecer minyak tanah.

Kalangan pengecer minyak tanah berharap, stok bahan bakar minyak tanah setiap waktu tersedia sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat untuk keperluan memasak.

Berdasarkan data lapangan hingga Selasa pagi, harga eceran tertinggi minyak tanah sebesar Rp3.300/liter sementara di tingkat eceran harga bahan bakar memasak ini mencapai Rp4500 hingga Rp5.000/liter.[ant/ari]

Terakhir diperbarui pada

Berikan komentar

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.


Anti-spam: susun gambar berikut

Papua Pos | Korannya Orang Papua

Top Desktop version