Kategori: Berita Utama Ditulis oleh Loy/Papos Dilihat: 994

JAYAPURA [PAPOS] –Untuk menjalin silahturami Kapolda Papua Irjen (Pol) Tito Karnavian bersama Wakapolda Papua, Brigjen (Pol) Drs. Paulus Waterpauw mengunjungi Kantor Redaksi Papua Pos, Senin (22/10) sore kemarin.
Dalam kunjungan ke Kantor Redaksi Papua Pos, diterima langsung oleh Komisaris Papua Pos, Wilpret Pangihutan Siagian. Pimpinan Umum Papua Pos, Islami Adi Subrata, Pimpinan Redaksi Papua Pos, Frida Adu, kemudian dilanjutkan tatap muka di ruang Redaksi di Lantai II.
“Media massa ini kan mitra Kepolisian, sehingga kita sudah seharusnya menjalin silahturami terutama mengunjungi beberapa media yang ada di Kota Jayapura ini,” ucap Kapolda Papua dalam pertemuan singkatnya di Redaksi Papua Pos.
Kapolda mengungkapkan, kedatangan ke Redaksi Papua Pos ini karena kepengen melihat dan mengetahui secara langsung proses pemberitaan di media cetak.
“Media merupakan kekuatan ke empat Demokrasi dan bersinergi kepada masyarakat dan ke Pemerintahan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakapolda Papua, Brigjen (Pol) Drs. Paulus Waterpauw menyampaikan bahwa dirinya baru pertama kali menginjakan kaki di Kantor keredaksian ini.
“Dari dulu seluruh media di Kota Jayapura belum pernah ketemui dan baru pertama setelah saya bersama dengan Pak Kapolda ini karena dulu sangat sibuk dalam melaksanakan tugas,” katanya.
Pada kesempatan itu, Komisaris Papua Pos, Wilpret Pangihutan Siagian menceriterakan tentang berdirinya Papua Pos hingga saat ini.“Sebelum Otsus nama Papua Pos ini adalah Irja Pos dan setelah UU Otsus ada maka diganti menjadi Papua Pos hingga saat ini,” jelasnya kepada Kapolda dan Wakapolda Papua.
Mengenai jumlah karyawan, terang Islami Adi Subrata selaku Pimpinan Umum Papua Pos menerangkan, karyawan Papua Pos ada 30 karyawan dengan daerah liputan Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan di beberapa daerah Pegunungan di Provinsi Papua.
Dari jumlah wartawan yang sudah ada ini, pihaknya tetap memberikan yang terbaik terutama dalam penulisan berita agar masyarakat merasa senang ketika membacakan karya tulis yang sudah disajikan oleh masing-masing wartawan.
Senadah disampaikan Pimpinan Redaksi Papua Pos, Frida Adu menjelaskan, dead line berita untuk masuk ke redaksi sampai batas pukul 23.00 WIT dan selanjutnya masuk di percetakan untuk dicetak.
Hanya saja kata, dia kontribusi setiap 1 eksemplar lebih sedikit harga jualnya.“Untuk hasil nilai jual koran sangat sedikit, namun dengan adanya iklan memberikan penambahan kontribusi di Kantor Papua Pos guna menunjang kinerja yang ada di keredaksian,” jelasnya. [loy]