Papua Pos | Korannya orang Papua

Switch to desktop

Taksir item ini
(0 pilihan)

Kabag Pemerintahan Nduga Dibunuh Anggota DPRD

WAMENA [PAPOS] – Peristiwa berdarah kembali terjadi. Kali ini seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Nduga, menikam salah satu pejabat daerah tersebut, yakni Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan, Yustinus Gwijangge, S.Ip hingga meninggal dunia, Sabtu (23/3).

Peristiwa itu berawal dari digelarnya rapat koordinasi terkait penentuan daerah pemilihan (Dapil) dan jumlah kursi dalam rangka pemilihan calon anggota legistlatif tahun 2014 yang dihadiri oleh Pemkab Nduga, DPRD, KPUD serta pihak-pihak terkait, dipimpin langsung oleh Bupati Nduga, Yairus Gwijangge, S.Sos.

Informasi yang berhasil dihimpun Papua Pos, pelaku inisial RK ini nekad melakukan aksinya saat memprotes akan adanya pemekaran distrik dalam waktu dekat yang disampaikan oleh bupati dalam rapat koordinasi pada salah satu hotel di Wamena, Sabtu lalu.

Selain menikam kabag pemerintahan, pelaku juga melukai seorang pelajar dan rekannya sesama anggota DPRD dengan senjata tajam yang dibawanya.

Aksi protes berlanjut hingga keributan di dalam ruangan. Pelaku yang sudah kalap dengan tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam yang dibawanya dan langsung menikam kabag pemerintahan dan melukai dua orang lainnya di tempat tersebut.

Usai melakukan aksinya, pelaku langsung pergi meninggalkan tempat rapat. Sementara korban Yustinus Gwijangge, meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RSUD untuk mendapatkan pertolongan. Dua korban lainnya usai mendapatkan perawatan medis, langsung kembali ke rumahnya masing-masing.

Atas kejadian ini, keluarga korban bersama masyarakat lainnya langsung mencari pelaku dengan menyisir Kota Wamena membawa senjata tajam dan panah. Dari aksi saling serang tersebut, membuat situasi kota sempat tegang.

“Terjadi aksi saling panah di perempatan jam Kota Pasar Sinakma antara kedua kubu yakni pihak korban dan pelaku, namun pihak bawah berhasil memukul mundur pelaku,” ungkap salah satu saksi yang enggan disebut namanya.

Akibat saling serang dengan panah dan parang, beberapa orang terluka terkena sabetan senjata tajam dan panah namun sudah dievakuasi ke RSUD.

Mengantisipasi keributan lebih luas, aparat kepolisian Polres Jayawijaya terlihat bersiaga di sepanjang Jalan Yos Sudarso dan sekitar Pasar Sinakma guna menghindari keributan antarkelompok.

Sementara itu, Kapolres Jayawijaya AKBP Fernando S Napitupulu, Sik ketika dihubungi Papua Pos melalui telepol selulernya mengatakan, Minggu (24/3) kemarin pihaknya bersama TNI masih bersiaga di beberapa lokasi untuk mencegah terjadinya keributan yang lebih luas. Ia juga masih mendalami kasus tersebut dan pelaku juga masih dilakukan pengejaran.

“Masih dalam penyelidikan, tapi dampaknya terjadi perang suku jadi saat ini kita berupaya untuk melerai dan menenangkan masyarakat yang terlibat konflik agar bisa menahan diri,” ungkap Kapolres.

Ia meminta agar kedua belah pihak dapat duduk bersama dan diselesaikan secara musyarawah sehingga tidak berkembang ke arah konflik antarmereka sendiri. ”Kita sudah berkomunikasi dengan pak bupati dan beberapa anggota dewan untuk bisa menyelesaikan permasalahan ini,” jelas Kapolres Fernando.

Kepada Masyarakat luas dirinya menghimbau agar tidak ikut-ikutan membela salah satu kelompok, tetap beraktifitas seperti biasa.”Mari kita jaga situasi di Jayawijaya ini agar tetap kondusif,” himbau Fernando. Pihak TNI/Polri masih bersiaga di Kampung Elekma dan sekitar daerah Pasar Sinakma. [rico/atz]

Terakhir diperbarui pada

Berikan komentar

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.


Anti-spam: susun gambar berikut

Papua Pos | Korannya Orang Papua

Top Desktop version