Papua Pos | Korannya orang Papua

Switch to desktop

Taksir item ini
(0 pilihan)

Kejati Periksa 3 Tersangka Korupsi di Papua Barat

Mantan Kepala Dinas PU Provinsi Papua, ES dan rekanan S saat menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Kejati Papua, Selasa (21/5).

JAYAPURA [PAPOS] – Kejaksaan Tinggi Papua (Kejati) Papua saat ini sedang menangani 2 kasus perkara korupsi di Provinsi Papua Barat. Dua perkara itu adalah penyalahgunaan dana kampung Kabupaten Fakfak yang melibatkan Kabag Keuangan inisial HK  dan korupsi proyek jalan Ayoasih Kebar di Provinsi Papua Barat yang melibatkan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Barat, ES  dan rekanan S.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Papua (Aspidsus) Kejati Papua, Nikolaus Kondomo kepada wartawan Selasa (21/5) mengatakan, dari 2 perkara yang sekarang sedang ditangani Kejati Papua telah hadir 3 tersangka. Korupsi Jalan Ayoasih Kebar yang melibatkan Mantan Kadis PU Provinsi Papua, ES dan rekanan S kerugian negara mencapai Rp 24 Milliar sedangkan penyalahgunaan dana kampung kerugian Negara mencapai Rp 5 Milliar lebih dengan total kerugian negara sebesar Rp 29 Milliar lebih.

Untuk status mantan Kadis PU Provinsi Papua, Kejati Papua telah menetapkannya sebagai tersangka bersama dengan rekanannya dan sedang menjalani pemeriksaan intensif di ruang penyidik Kejati Papua. Dari keterangan tersangka tersebut kemungkinan masih ada pihak lain yang ikut terlibat. Sama hal perkara penyalahgunaan dana kampung Kabupaten Fakfak, pihaknya masih mendalami untuk mengetahui pihak lain yang ikut terlibat. “Hal itu masih perlu didalami mengingat 3 tersangka masih menjalani pemeriksaan atas apa yang dilakukannya,” bebernya.

Ditanya apakah para tersangka akan d tahan setelah pemeriksaan, Nikolaus mengatakan belum bisa memastikan. “Nanti kalau saya bilang ditahan ternyata tidak, menjadi masalah jadi tunggu saja hasil penyidikan. Bila memang penyidik perlu melakukan penahanan maka itu juga bisa dilakukan guna memudahkan penyelidikan,” tukasnya. [tom]

Terakhir diperbarui pada

Berikan komentar

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.


Anti-spam: susun gambar berikut

Papua Pos | Korannya Orang Papua

Top Desktop version