Papua Pos | Korannya orang Papua

Switch to desktop

Taksir item ini
(0 pilihan)

Semua Elemen di Jayawijaya Diminta Komit Menanggulangi HIV/AIDS

WAMENA (PAPOS)- Setelah menggelar rapat evaluasi program, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jayawijaya,  pemerintah dan seluruh LSM dan pemerhati HIV/AIDS kembali mengelar kegiatan Advokasi program penanggulangan HIV/AIDS tersebut.

Bupati Jayawijaya Wempi Wetipo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Benyamin Arisoy,SE,M.Si mengatakan, sesuai hasil survei terhadap hasil perilaku (STHP) tahun 2006, bahwa kabupaten Jayawijaya terdapat tingkat penularan sebesar 2,4 % dari jumlah penduduk 212.362 jiwa. Apabila diestimasikan tahun 2006, telah terjadi penularan HIV/AIDS dikabupaten Jayawijaya sebanyak 5096 jiwa. Dan yang telah terungkap baru 2504 kasus.

 

Berdasarkan selisih yang belum terungkap,yaitu diperkirakan sekitar 2592 kasus, dari data yang ada, telah terjadi Gap dan fenomena terbalik, dimana angka penderita AIDS lebih tinggi setiap tahun dari angka HIV. Yang harus sesungguhnya terjadi adalah HIV harus lebih tinggi dari AIDS.

 

“Tidak mungkin AIDS lahir tampa HIV, ini berarti rata-rata masyarakat yang datang ke pusat-pusat pelayanan kesehatan telah mengalami sakit AIDS dengan stadium tinggi.” tekan Bupati.

 

Memperhatikan situasi diatas,menandakan bahwa kinerja komisi penanggulangan AIDS di kabupaten Jayawijaya masih lambat. Beban kerja kita kedepan makin dan cukup berat, yaitu kita harus mengungkap kasus orang yang terinfeksi yang selama ini belum terungkap dan membalikan kondisi dimana angka HIV dan AIDS harus diturunkan dengan berbanding terbalik.

 

“Beban kerja kita kedepan akan bertambah berat, karena dari data jumlah pasien HIV/AIDS yang ada dipusat-pusat layanan dikabupaten Jayawijaya 40 persenya adalah masyarakat dari kabupaten pemekaran disekitar lingkungan kabupaten Jayawijaya.” Jelasnya.

 

Oleh karena itu dilanjutkan dalam sambutannya, upaya untuk mengendalikan penularan HIV/AIDS yang terjadi dikabupaten Jayawijaya dan di Pegunungan Tengah Papua, tidak bisa hanya Pemda,mitra kerja dan LSM yang ada, tetapi melalui kesempatan ini, saya mengharapkan untuk mari kita bersama-sama berkomitmen yang kuat dan melaksanakan program penanggulangan HIV/AIDS secara serentak,agar masyarakat yang ada di Pegunungan Tengah Papua ini dapat terselamatkan dari ancaman HIV/AIDS yang akan berdampak pada konsekuensi “Lost Generation”dimasa yang akan datang.

 

Pada hakekatnya, forum advokasi program dan singkronisasi sangatlah penting dan harus terjadwal, agar setiap pelaksanaan kegiatan, kita selalu berkoordinasi untuk mengatasi setiap hambatann permasalahan yang dihadapi, dan untuk mengukur sejauh mana pelaksanaan dan hasil dari tiap program tersebut yang berdampak pada pencagahan dan penanggulangan HIV/AIDS yang komprehensif dan mampu memutus mata rantai penularan.Lebih dari itu, kita harus tau bagaimana keterlibatan dan kemandirian masyarakat Jayawijaya dalam penanggulangan HIV/AIDS. Tukas Bupati mengakhiri sambutannya dalam kegiatan tersebut. (atz)

 

Terakhir diperbarui pada

Berikan komentar

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.


Anti-spam: susun gambar berikut

Papua Pos | Korannya Orang Papua

Top Desktop version