Papua Pos | Korannya orang Papua

Switch to desktop

Taksir item ini
(1 Pilih)

Buku Pengusaha Toraja di Papua Siap Diluncurkan

JAYAPURA [PAPOS] - Dalam rangka memperingati 100 Tahun Injil Masuk Toraja (IMT), salah seorang jurnalis asal Toraja, Sili Suli telah menerbitkan sebuah buku berjudul “Berkeringat & Tersenyum”.

Buku tersebut mengupas tentang perjalanan sukses 22 pengusaha Toraja di Tanah Papua. Buku tersebut rencananya akan dilaunching atau diluncurkan di Rantepao, Toraja Utara oleh pengurus IKT Papua, dalam rangkaian peringatan 100 tahun Injil Masuk Toraja (IMT) Juli 2013 mendatang.

"Saya terbitkan buku ini untuk memberikan inspirasi bagi generasi muda Toraja dan generasi muda Papua, agar dapat melihat peluang yang terbuka lebar untuk berkiprah di dunia usaha," ungkap Sili Suli, dalam rilisnya yang dikirim ke redaksi Papua Pos, Senin (25/3).

Buku tersebut mendapat respon positif saat acara bedah buku yang berlangsung di Gedung Tongkonan Tammuan Mali' Kelapa Gading Jakarta, 9 Maret 2013 lalu. Buku tersebut dibedah oleh 3 pembahas yakni Manuel Kaisiepo, mantan Menteri Percepatan Pembangunan KTI, Staf Ahli Menkopolhukam Laksma Christina Rantetana SKM MPH dan mantan Rektor STT Jakarta Pdt Dr Robert Borong.

Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Ir Frederik Batong mengungkapkan, kehadiran buku ini akan memberikan inspirasi kepada generasi muda Toraja untuk melihat peluang emas di sektor usaha.

"Sebab itu saya menyarankan agar buku ini dapat disebar-luaskan kepada generasi muda Toraja dan dibagikan oleh para pengusaha Toraja ke sekolah-sekolah dan kampus-kampus," saran Frederik.

Menurutnya, untuk mencapai kesuksesan di Tanah Papua, ke-22 pengusaha Toraja tersebut telah memperlihatkan suatu kemauan, keberanian dan semangat berusaha yang pantang menyerah.

"Menjadi kontraktor di Papua memerlukan keberanian untuk mengambil resiko. Untuk membawa alat berat ke pelosok pedalaman saja, dibutuhkan keberanian. Jadi tidak mudah untuk bisa sukses menjadi kontraktor di Papua. Mereka mampu melihat peluang, mampu mengerjakan dan berani mengambil resiko," ungkap pengusaha nasional itu.

Hal senada dikemukakan Christina Rantetana. Perwira tinggi TNI AL itu menyarankan agar buku Berkeringat & Tersenyum dapat diedarkan secara meluas ke berbagai kelompok generasi muda Toraja.

"Buku ini cukup inspiratif dan bisa membuka wawasan generasi muda Toraja untuk melihat peluang besar di dunia usaha. Pengalaman 22 pengusaha Toraja di Tanah Papua ini bisa menjadi contoh konkrit bahwa kesuksesan hanya bisa dicapai dengan kerja cerdas, keuletan, kejujuran, punya komitmen, selalu mau belajar, mampu menjaga kepercayaan dan tidak lupa denan orang-orang yan pernah membantu mereka," jelas Christina.

Sementara itu Robert Borong mengaku telah 3  kali membaca salah satu bagian buku tersebut yang mengupas tentang pengusaha bernama Samuel Kadang.

Menurutnya, keberhasilan terbesar Samuel Kadang sebagai pengusaha, bukan terletak pada karyanya membangun 22 rumah bagi hamba Tuhan di Merauke, tetapi saat Samuel mampu membawa Kapal Dolorosa ke Yahukimo.

"Sebab dengan membuka isolasi di Yahukimo, Samuel telah berperan besar membantu masyarakat Yahukimo, sehingga harga semen yang tadinya mencapai Rp400 ribuan, bisa turun menjadi Rp100 ribuan," jelasnya.

Manuel Kaisiepo sendiri mengakui kesuksesan sejumlah pengusaha Toraja di Tanah Papua tidak lepas dari  nilai-nilai yang menjadi prinsip pengusaha Toraja seperti jujur, semangat dan ulet.

 "Saya berani menulis kata pengantar buku ini karena saya cukup mengenal banyak orang Toraja di Papua dan bagaimana kontribusi dan peran mereka di Papua," katanya. (jen)

Terakhir diperbarui pada

Berikan komentar

Make sure you enter the (*) required information where indicated.Basic HTML code is allowed.


Anti-spam: susun gambar berikut

Papua Pos | Korannya Orang Papua

Top Desktop version