|
Ditulis oleh Lina/Papos
|
|
Rabu, 26 November 2008 07:00 |
|
JAYAPURA (PAPOS) –Walikota Jayapura Drs M.R Kambu M,Si membantah penilaian Koordinator KAMPAK (Komunitas Masyarakat Adat Anti Korupsi) Dorus Wakum, bahwa setelah WW Kambuaya MM lengser dari jabatan Kepala Dinas P dan P Kota Jayapura, beralih menjadi Caleg nomor urut teratas, sarat KKN.
Bantahan Walikota yang juga Ketua Partai Golkar Kota Jayapura itu sehubungan pemberitaan Papua Pos edisi Senin (24/11) yang mengangkat penilaian Koordinator KAMPAK terhadap Dra WW Kambuaya MM. “Saya perlu tegaskan disini kalau yang diberitakan mengenai WW Kambuaya semata-mata karena ada unsur KKN sama sekali tidak benar,” ujar Walikota kepada wartawan usai membuka pelatihan penyantunan bagi penyandang cacat di aula Dinsos Provinsi Papua, Selasa (25/11). Dikatakan, pengangkatan Kadis P dan P yang baru menggantikan WW Kambuaya atas dasar persaudaraan itu wajar saja, tapi bukan berarti antara kadis P dan P yang lama dan yang baru mempunyai hubungan keluarga. Dikatakan bersaudara karena kita semua merupakan orang Papua yang lahir dan besar di tanah Papua. “Jadi sah-sah saja jika mantan kadis P dan P mengatakan Kadis P dan P yang baru dilantik adalah sandaranya,”tandas Walikota lagi. Yang perlu dikatahui, lanjut Walikota, semua tuduhan KAMPAK kepada seorang Walikota adalah tidak benar adanya, dan pemberitaan menyangkut penyelewengan dana sebesar Rp 2 M sama sekali juga tidak benar. Menurutnya, dana sebesar itu merupakan temuan BPK pada bulan Mei lalu, namun telah dibuat pertanggungjawabannya oleh Kadis yang bersangkutan. “Intinya disini tidak ada unsur KKN, semua tuduhan yang dialamatkan itu tidak benar adanya,” kata Walikota.(lina)
|