|
TIMIKA [PAPOS]- Puluhan Kios dan Los Pasar Swadaya Timika di jalan Bougenville, jalan Yos Sudarso, serta jalan Bhayangkara Timika kembali dilahap sijago merah, Senin (15/2). Akibatnya para pedagang mengalami kerugian ratusan juta rupiah.
Sontak saja kebakaran menghentakkan warga Timika, khususnya yang datang berbelanja dipasar di jalan Bougenville Timika. Dugaan sementara kebakaran terjadi akibat kompor milik pedagang Kios Bawang meledak dan menyambar semua bawang yang baru menjalani pengeringan, bahkan membakar habis dengan cepat isi dan bangunan kios yang terbuat dari tripleks itu.
Mendengar teriakan itu, sejumlah pembeli maupun pedagang mencoba beramai-ramai memindahkan barang dagangannya, sementara yang lainnya sibuk untuk membantu pemadaman api yang terus menyulut bangunan los dan kios lainnya, yang berada hampir berdempetan di antara badan jalan Bougenville, Timika itu. Belum lagi ditambah sejumlah warga di sekitaran pasar yang datang karena ingin menyaksikan kebakaran yang terjadi.
Namun karena angin kencang pada saat kebakaran itu terjadi, ditambah hampir semua los pasar itu yang terbuat dari tripleks karena memang hanya merupakan bangunan sementara, si jago merah terlihat dengan leluasan melahap habis dengan cepat puluhan bangunan di sekitarnya. Bahkan nyaris membakar ke bangunan lainnya sampai ruko-ruko permanen yang ada di jalan bougenvile.
Dari keterangan salah satu pedagang, H. Latif diketahui bahwa api menjalar begitu cepat karena los-los pasar terbuat dari papan dan tripleks, sehingga membakar beberapa ruko yang ada berdekatan dengan bangunan los dan kios dari tripleks itu
Petugas pemadam kebakaran milik pemda mimika yang datang beberapa jam kemudian, nampaknya kembali tidak dapat berbuat banyak seperti kejadian kebakaran sebelum-sebelumnya di pasar swadaya Timika itu. Selain terlambat dan padatnya warga yang menonton di sepanjang ruas jalan bougenvile.
Ironis, mobil pemadam itu ternyata tidak mampu memadamkan api. Selain hanya satu, setelah mobil datang, air yang ada di mobil juga tidak mencukupi untuk memadamkan api. Akibatnya mobil harus kembali mencari air, namun karena di areal pasar sendiri tidak ada sumber air yang dapat digunakan, alhasil mobil pemadam itu hanya bisa pergi mencari bantuan air, sedangkan api terlihat semakin besar dan tidak dapat di padamkan.
Pihak kepolisian yang datang ke tempat kejadian peristiwa (TKP), saat dikonfirmasi mengaku belum dapat melakukan olah TKP karena masih banyak bara atau kayu yang masih terbakar. Jajaran polres Mimika yang terlihat datang, saat kebakaran itu hanya bisa memintai keterangan dari beberapa saksi mata.
Dari kejadian kebakaran ini, pasar Swadaya Timika yang sudah mengalami Sembilan kali kebakaran dan selalu tidak dapat terselamatkan, diprediksi mengalami kerugian mencapai ratusan juta lebih. Hal itu bisa jadi mengingat, karena hampir semua los-los pasar tersebut sebagian besarnya adalah pedagang kelontong dan ruko. Menurut beberapa warga yang dipantau terdengar berkomentar sinis bahwa,
Ini karena pemerintah tidak tanggap dalam mengantisipasi kebakaran. Dari data yang dimiliki, mobil kebakaran yang di miliki pemda Mimika saat ini hanya satu yang dapat di operasikan, sedangkan satunya lagi masih dalam tahap perbaikan. Cukup ironis memang, karena meskipun jarang terpakai tetapi ternyata berada dalam keadaan rusak terus. [wanda]
|