|
Timika [PAPOS] - Ratusan aparat kepolisian dari Polres Mimika dibantu Brimob Detazemen B Polda Papua, Selasa masih berjaga-jaga di sejumlah titik di Kota Timika, Papua untuk mencegah terjadinya aksi saling serang antara warga suku Kei dengan warga suku Paniai.
Anggota Polres Mimika dibantu Brimob tersebut tampak melakukan penjagaan di Lapangan Timika Indah, perempatan Jalan Budi Utomo dan Pattimura Sempan, Kampung Inauga.
Aparat kepolisian dan Brimob terlihat lengkap dengan senjata laras panjang, bahkan sebuah mobil tank Barracuda parkir tepat di ujung Jalan Pattimura Sempan Timika.
Massa dari suku Paniai sekitar pukul 09.00 WIT berjumlah puluhan orang dengan bersenjatakan panah, sempat berkumpul di Lapangan Timika Indah.
Kepala Suku Mee Paniai, Piet Nawipa memberikan imbauan kepada warganya agar tidak terprovokasi dan tidak boleh ikut campur dalam permasalahan warga suku lain.
Setelah mendengar imbauan Piet Nawipa, warga suku Mee Paniai akhirnya membubarkan diri dan kembali ke rumah mereka masing-masing.
Sementara itu warga suku Kei di sekitar Jalan Pattimura Sempan terlihat berkumpul di sepanjang ruas jalan tersebut untuk mengantisipasi adanya serangan dari kelompok yang lain.
Sejumlah pertokoan, kios, warung dan kantor di ruas Jalan Budi Utomo Timika seperti Diana Supermarket terlihat tutup lantaran pemiliknya takut menjadi sasaran amuk massa.
Saling Serang
Pada Selasa pagi sekitar pukul 04.00 WIT hingga pukul 06.30 WIT, warga suku Kei dan Dani sempat saling serang dengan panah dan parang di sekitar Jalan Sosial Kebun Sirih, tepatnya depan Kantor Dinas Peternakan Mimika.
Insiden tersebut terhenti saat aparat gabungan Dalmas dan Perintis Polres Mimika dan Brimob Detazemen B Polda Papua yang dipimpin Kabag Ops Polres Mimika, Kompol Mada Indra Laksanta tiba di lokasi kejadian.
Polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa dari dua kubu.
Pada Senin (24/5) petang, dua rumah warga suku Paniai dibakar oleh sekelompok orang tak dikenal.
Insiden saling serang antara warga Kei dengan Paniai dan Dani di Timika dipicu oleh kematian Lamber Ondos Rumte, warga Kei akibat dianiaya oleh sejumlah warga suku Dani pada Minggu (23/5).
Hingga Selasa pagi, sekitar 260 jiwa dengan 73 kepala keluarga (KK) warga suku Kei yang tinggal di Kwamki Baru Timika, di mana sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, anak-anak dan bayi, masih mengungsi di Markas Komando (Mako) Pangkalan TNI AU (Lanud) Timika. [ant/agi]
|