BI Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Papua Tahun 2019 Negatif

BI Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Papua Tahun 2019 Negatif
KEKR diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua. (Syahriah)

JAYAPURA (PAPOS) – Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Naek Tigor Sinaga mengungkapkan, pihaknya memperkirakan perekonomian Papua pada tahun 2019 tumbuh negatif antara -12 persen hingga 11,9 persen.

“Ini kita sudah prediksi sebelum triwulan II tahun 2019 lantaran Papua sangat bergantung pada tambang yang ada di Kabupaten Mimika. Pertumbuhan negatif ini kita bandingkan satu tahun sebelumnya. Dan diperkirakan akan pulih tahun 2020,” ucap Naek seusai kegiatan Kajian Ekonomi dan Keuangan Regional (KEKR), Selasa (22/10/2019).

Naek menyebutkan, aksi demo yang berujung rusuh beberapa waktu lalu di Kota Jayapura tak berdampak pada perekonomian Papua lantaran terjadi hanya sesaat.

“Memang sempat terjadi penurunan transaksi di perbankan pada tanggal 29-30 Agustus 2019, tapi hanya terpengaruh di tanggal tersebut, selanjutnya berjalan normal, begitupun kerusuhan di Wamena, karena daerah ini bukan penghasil komoditi yang signifikan, oleh karena itu keyakinan kami kerusuhan tidak mempengaruhi perekonomian Papua,” imbuhnya.

“Tapi akan signifikan pengaruhnya apabila Mimika terganggu atau tidak kondusif lantaran ada pertambangan di daerah tersebut. Sementara daerah yang signifikan diluar pertambangan masih ada Kota Jayapura dari sektor jasa dan perdagangan, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom serta Kabupaten Merauke dari sektor pertanian. Jadi diluar tambang tumbuh psoitif 5,7 persen.
Sementara, dari sisi inflasi Papua masih terjaga yakni 2,1-2,2 persen sampai akhir tahun 2019,” sambung Naek. (Syahriah)

ID:2487 Responsif

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below