Kampung Sosiri Resmi Menjadi Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan

Kampung Sosiri Resmi Menjadi Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan
Peresmian Kampung Sosiri sebagai Desa sadar BPJS Ketenagakerjaan. (Syahriah)

JAYAPURA (PAPOS) – Kampung Sosiri, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura ditetapkan sebagai Desa Sadar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melalui peresmian oleh Asisten III Setda Kabupaten Jayapura, Timotius Demetouw bersama Kepala Bidang Perluasan Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua, Jayapura, Nasrullah Umar, disaksikan puluhan warga Kampung Sosiri, Senin (18/11/2019).

Nasrullah mengungkapkan, kendati baru diresmikan sebagai Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan di penghujung tahun 2019, namun ratusan jiwa dari kurang lebih 1000 jiwa di kampung (desa) tersebut telah menjadi peserta sejak awal tahun ini.

“Peserta telah mencapai 600 orang dari 300 kepala keluarga (KK). Komponennya mulai dari aparatur kampung, badan musyawarah kampung (Bamuskam), kampung adat dan masyarakat yang bekerja sebagai pekerja mandiri, sudah terdaftar sebagai peserta untuk program Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT), “jelas Nasrullah.

Ia menambahkan, potensi untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan kurang lebih 1.300 jiwa yang merupakan warga pekerja mandiri. Kampung Sosiri merupakan kampung ke-3 di kabupaten Jayapura sebagai Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan setelah Kampung Asei Besar dan Kampung Yokiwa.

Sementara, dari 139 kampung di Kabupaten Jayapura, 36 kampung telah terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Masih cukup banyak warga di kampung yang belum tercover program. Harapan kami segera menjadi peserta karena iurannya hanya Rp16.800 per orang per bulan untuk 2 program yakni JKM dan JKK, sementara jika terjadi resiko, jaminan sosial yang diterima peserta Rp24 juta untuk program JKM,” kata Nasrullah.

Sekretaris Kampung Sosiri, Frans Entong menyampaikan apresiasi kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah hadir di Kampung Sosiri. Frans berharap seluruh warga kampung yang mayoritas bekerja sebagai nelayan dapat terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan.

“Yang belum terdaftar sedang kami upayakan untuk terdaftar menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kami menunggu rekomendasi dari Pemerintah Kabupaten Jayapura, jika sudah ada, maka akan dianggarkan untuk segera menjadi peserta,” imbuhnya.

Asisten III Setda Kabupaten Jayapura, Timotius Demetouw menyampaikan menyambut baik program BPJS Ketenagakerjaan yang menyentuh langsung ke kampung-kampung.

BPJS Ketenagakerjaan, kata Timotius, memberikan kepastian jaminan sosial bagi warga kampung yang telah menjadi peserta apabila terjadi resiko disaat mereka menjalankan aktivitas sebagai pekerja mandiri. (Syahriah)

ID:2487 Responsif

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below