Ketua ASITA Berharap Air Asia Masuk ke Papua

Ketua ASITA Berharap Air Asia Masuk ke Papua
Iwanta Peranginangin.

JAYAPURA (PAPOS) – Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Papua, Iwanta Perangingangin menyampaikan harapannya kepada maskapai asing Air Asia masuk ke Papua seperti yang telah dilakukan maskapai tersebut di beberapa daerah di Indonesia.

“Kami berharap maskapai tersebut masuk ke Papua untuk melayani rute domestik seperti yang sudah dilakukan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Awal masuk ke NTB, hanya 2-3 penerbangan, tetapi pemerintah daerah setempat melakukan lobi ke perusahaan tersebut, meminta penambahan jumlah rute, kemungkinan besar Air Asia menyetujui 5 rute lagi, terealisasi sampai Oktober 2019,” ujar Iwanta, Kamis (27/6/2019).

Dia juga berharap ada dukungan pemerintah daerah di Papua dengan melakukan lobi agar maskapai tersebut masuk ke Papua, untuk langkah awal 2 penerbangan yaitu langsung dan transit Makassar.

“Ini salah satu cara untuk menekan harga tiket pesawat yang sejak akhir tahun 2018 sampai pertengahan tahun 2019 ini belum mengalami penurunan. Hal itu sangat berdampak pada jumlah kunjungan wisatawan,” ujar Iwanta.

Dikatakan, sejak harga tiket pesawat naik signifikan, sejumlah agent perjalanan dibawah naungan ASITA menutup usahanya. Lini bisnis agent perjalanan, kata dia, pada penjualan paket wisata. Jika harga tiket pesawat masih tinggi, penjualan paket wisata juga mengalami penurunan.

Iwanta menyebut, kendati sejumlah perusahaan transportasi selain udara diuntungkan dengan kondisi seperti ini, namun tidak untuk wilayah Papua.
“Di Papua tidak ada kereta api atau bus yang bisa menghubungkan antar provinsi, hanya ada kapal laut dengan jarak tempuh cukup jauh, dari Jayapura ke Jakarta bisa mencapai 7 hari,” katanya.

Menurunnya jumlah wisatawan ke Papua berdasarkan paket wisata yang terjual. Menurut Iwanta, penjualan paket wisata untuk bulan Agustus mendatang dimana akan dilaksanakan Festival Lembah Baliem di Wamena sudah ditutup pada bulan Mei, tetapi hingga Juni ini masih dibuka.

“Memang penurunan terjadi pada Maret dan April karena bulan Pemilu, tapi setelah Pemilu, penjualan paket wisata domestik kembali meningkat. Bahkan paket wisata internasional dari Papua, kami tidak jual lagi,” ujarn Iwanta. (Syahriah)

ID:2487 Responsif

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below