by

Tingkat Literasi Kuangan di Papua Masih Rendah

-Info Papua-2,545 views

JAYAPURA [PAPOS] – Sekretaris Daerah Papua Ridwan Rumasukun mengaku tingkat literasi keuangan di Bumi Cenderawasih masih dibawa 30 persen.

“Intinya lewat webinar ini kita harap tingkat literasi dan inklusi (pemanfaatan produk atau layanan keuangan) di Papua dan Papua Barat yang tergolong rendah, kini menjadi lebih baik. Sehingga kedepan masyarakat dalam pengunaan produknya jasa keuangan bisa lebih optimal serta ekonomi dan kesejahteraan meningkat,” Katanya saat membuka webinar ngobrol keren tentang literasi keuangan (Nokenku), yang merupakan gerakan nasional tentang literasi keuangan, di Aula Diskominfo Papua, Selasa (30/11/2021).

Ia berharap masyarakat “Bumi Cenderawasih” makin melek finansial serta memahami pengelolaan keuangan, seperti asuransi, pinjaman kredit maupun investasi.

“Dengan demikian kedepan, masyarakat tak lagi mengalami kerugian atau terjerumus masalah keuangan, diantaranya pinjaman online (pinjol) ilegal,” terangnya.

Dirinya menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Papua bersama lembaga jasa keuangan yang ada di Papua, yang telah bergotong royong dan bersinergi meningkatkan inklusi maupun literasi keuangan bagi masyarakat Papua“.

“Melalui kegiatan yang diikuti ini, masyarakat pelaku usaha dan peminat pemula investasi, pengusaha UMKM, dan masyarakat umum lebih memahami pengelolaan keuangan untuk masa depan yang lebih sejahtera,” katanya.

Menurut dia, dengan dicanangkannya industri 4.0 di Indonesia oleh Presiden RI, perkembangan jaringan komunikasi di Indonesia mulai sangat pesat. Dimana salah satunya, perkembangan pinjol ilegal ilegal yang marak.

Belum lagi, tingkat literasi atau pengetahuan masyarakat tentang finansial/keuangan di Indonesia hanya sebesar 38,03 persen. Hal ini menandakan bahwa banyak konsumen sektor jasa keuangan, belum memahami secara utuh manfaat dan resiko hak sebagai konsumen.
Sementara, bertindak sebagai pembicara dalam kegiatan webinar nokenku diantaranya Kepala OJK Papua dan Papua Barat Adolf Simanjuntak, Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Papua Jeri Agus Yudianto.(tho)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed