by

Keerom Dan Blitar Jalin Kerjasama Perdagangan Jagung Kering

-Daerah-1,252 views

BLITAR [PAPOS] – Pemerintah Kabupaten Keerom bersama Kabupaten Blitar secara resmi melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama perdagangan antar daerah terkait pengadaan jagung kering.

Penandatanganan antara kedua kabupaten tersebut dilakukan oleh Pejabat sementara (Pjs) Bupati Keerom Muhammad Ridwan Rumasukun dan Pejabat sementara (Pjs) Bupati Blitar Drs. Budi Santosa di Kantor Bupati Blitar di Pendopo kantor Bupati Blitar, Rabu (2/12/2020) dan dilanjutkan Koperasi Putera Blitar dengan Koperasi Cahaya Tani Keerom.

Pada kesempatan itu juga dilakukan serahterima sebanyak 15,5 ton jagung kering produksi petani di Keerom yang dikirim menggunakan kapal PT. Pelni dari Pelabuhan Jayapura yang telah tiba di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (2/12/2020).

Dalam sambutannya, Ridwan menegaskan, jumlah produksi jagung kering yang awalnya merupakan program pemulihan ekonomi nasional pada masa pandemic covid-19, akan terus bertambah karena jumlah lahan yang akan ditanami jagung masih belum seluruhnya berjalan.

“Seribu hektar yang akan ditanam jagung untuk dengan menggunakan rekofusing dana APBD. Ini adalah Ide brilian yang harus dilakukan secara mekanisasi dari penanaman sampai proses panen,” ujarnya.

Tidak sampai jagung kering, Ridwan berharap komoditas lain ayang ditanam oleh petani di Keerom, diharap bisa juga menembus pasar luar sehingga perekonomian di Papua tidak hanya bergantung pada sector pertambangan.

“Saya berharap teman dari Keerom terus lanjutkan sehingg kita bisa lakukan terobosan. Kita juga ada komoditas lain yang bisa dikembangkan,” kata RIdwan.

Selain itu, ia juga memerintahkan OPD terkait untuk menggali informasi mengenai potensi pasar produk pertanian yang ada di Blitar dan menjadikannya program kerja.

Dengan informasi tersebut, maka petani di Keerom bisa mengembangkan komoditas tertentu sesuai dengan kebutuhan pasar dan perekonomian mereka bisa meningkat.

“Saya perintahkan kadis Pertanian agak lama disini untuk belajar. Jadi Kita bisa lakukan terobosan yang bisa kita tiru dengan teman-teman yang sudah maju disni. Komoditas lain juga bisa kita kembangkan,” kata Ridwan.

Sementara Pjs Bupati Blitar, Drs. Budi Santosa sangat mendukung terjalinnya kerjasama ini. Sebab saat ini, Blitar kekurangan jagung lantaran selama November hingga Januari masih dalam masa tanam sehingga harga jagung relatif mahal.

“Disini terdapat sekitar 5.000 peternak unggas, khususnya ayam telur. Para peternak ini butuh jagung sebagai pakan ternak sebanyak 1.200 hingga 1.500 ton per hari untuk memproduksi 1.000 ton telur. Semoga jagung Keerom bisa memenuhi kebutuhan pakan para peternak,” ujarnya.

Ia pun berharap kerjasama ini bisa terus berjalan baik dan yang terpenting memberikan dampak positif bagi kepentingan masyarakat khsusnya untuk mengantasi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 di Blitar dan Keerom.

Penyerahan jagung kering dari Keerom ke Pemkab Blitar pun dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Perdagangan Antar Daerah Terkait Pengadaan Jagung Kering antara Pemerintah Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Keerom dan Koperasi Putera Blitar dengan Koperasi Cahaya Tani Keerom.[tho]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed