by

NTP Papua Alami Penurunan

JAYAPURA [PAPOS] – Nilai Tukar Petani (NTP) di Provinsi Papua pada bulan Januari mengalami penurunan 0,01 persen dengan indeks NTP sebesar 101,55.
Kepala BPS Papua Simon Sapari kepada wartawan dalam reles bulanan, Senin (3/2) mengatakan, Penurunan terjadi karena kenaikan indeks harga dibayar petani (lb) lebih besar dari indeks harga diterima petani (It).
“Namun NTP Nasional Januari 2020 sebesar 104,16 atau mengalami peningkatan 0,78 persen,” terangnya.
Sementara NTP Provinsi Papua menurut NTP Subsektor Tanaman Pangan Januari 2020 mengalami penurunan indeks sebesar -0,10 persen dibandingkan Desember 2019.
“Kenaikan yang terjadi disebabkan It mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,42 persen yang disebabkan kelompok palawija yang naik sebesar 0,63 persen, lb mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,52 persen yang disebabkan o|eh naiknya IKRT sebesar 0,62 persen dan BPPBM sebesar 0,004 persen,” jelasnya.
NTP Subsektor Holtikultura 95,58 dibandingkan Desember 2019. Perubahan yang terjadi disebabkan It mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,92 persen yang didorong o|eh turunnya indeks kelompok buah-buahan NTP Subsektor Hortikultura Januari 2020 mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen sebesar sebesar -0,37 persen serta naiknya indeks kelompok sayur-sayuran sebesar sebesar 1,59 persen dan ke|ompok tanaman obat-obatan sebesar 0,82 persen.
“Ib mengalami kenaikan 0,77 persen yang disebabkan o|eh naiknya IKRT sebesar 0,87 persen dan BPPBM sebesar 0,05 persen,” katanya lagi.
Untuk NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat pada Januari 2020 mengalami penurunan sebesar -1,14 persen dibandingkan Desember 2019. Penurunan yang terjadi disebabkan It mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,04 persen yang didorong o|eh naiknya indeks pada kelompok tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,04 persen.
“lb mengalami kenaikan angka indeks sebesar 1,19 persen yang disebabkan o|eh naiknya IKRT sebesar 1,25 persen, sedangkan BPPBM mengalami penurunan angka indeks sebesar -0,01 persen,” ucapnya.[tho]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed