by

Gubernur Lantik Bupati Yalimo

JAYAPURA (PAPOS) – Gubernur Papua Lukas Enembe secara resmi melantik bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Yalimo periode 2022-2024, Nahor Nekwek dan John W
Wilil.

Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Yalimo dilantik di gedung Kementerian Dalam Negeri, Jumat (1/4/2022) oleh Gubernur Papua Lukas Enembe.

Dalam sambutannya, Enembe mengungkapkan Pilkada Yalimo telah menyita perhatian
publik seluruh Indonesia, tetapi bagi kami di
Papua, Pilkada Yalimo yang Panjang
adalah salah satu bentuk komitmen kami
untuk mengawal demokrasi, meskipun itu
harus melalui pengorbanan rakyat Yalimo
yang tidak sedikit.

“Tentu banyak pihak yang terus bertanya,
mengapa dinamika pilkada Yalimo harus
seperti yang kita saksikan saat ini,
jawabannya sederhana, apa yang terjadi di
Yalimo adalah merupakan satu wujud
komitmen masyrakat Yalimo untuk tetap
melindungi NKRI dalam bingkai demokrasi
yang memang dikehendaki oleh konstitusi
kita,” kata Enembe.

Sesuai dengan komitmen rakyat yalimo inilah, Enembe
menitipkan pesan kepada
Nahor Nekwek dan John W
Wilil sebagai Bupati dan Wakil Bupati merupakan suri tauladan bagi rakyat yang
dipimpin di wilayahnya, di Papua sudah
cukup contoh, bupati yang tidak
mampu mengemban Amanah itu.

“Saya
berharap, Bapak Bupati dan Wakil Bupati
yang baru dilantik ini dapat mengingat
pesan saya ini, sehingga kita dapat
mewujudkan mimpi Bersama tentang Papua
Bangkit, mandiri dan Sejahtera,” jelasnya.

Ia menyebut pelantikan ini adalah momentum bagi
seluruh Tanah Papua untuk merayakan
salah satu wilayah kabupatennya yaitu
Yalimo telah memiliki pemimpin baru yang
sudah dilegitimasi oleh hukum dan sesuai peraturan perundang-undangan yang ada.

“Tidak ada lagi alasan untuk Yalimo
tenggelam dalam konflik politik yang
berkepanjangan, sudah saatnya semua
elemen yang ada di Yalimo Bersatu-padu
dan bergandeng tangan menuju Yalimo
yang lebih baik,” katanya.

Gubernur
mengajak Bupati dan Wakil Bupati Yalimo
untuk bersama-sama
menyelimuti tanah dengan kedamaian
dalam bingkai Negara Kesatuan Republik
Indonesia.

“Kepentingan nasional harus
senantiasa kita utamakan diatas segalanya,
namun kepentingan-kepentingan lokal juga
harus diselaraskan agar segala sesuatunya
dapat berjalan beriringan menuju Indonesia
Emas 2045,” tandasnya.

Ia mengingatkan Terakhir, Bupati dan Wakil Bupati terrpilih menjadi contoh bagi rakyatnya.(tho)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *