Massa Geruduk Kantor KPU Yapen, Serukan “Tangkap” Moris Dan Awal

Massa Geruduk Kantor KPU Yapen, Serukan “Tangkap” Moris Dan Awal
Massa Geruduk Kantor KPU Yapen, Serukan "Tangkap" Moris Dan Awal

SERUI (PAPOS) – Sejumlah Massa yang tergabung dalam forum komunikasi lintas Parpol, melakukan aksi demonstrasi didepan kantor KPU kepulauan Yapen. Massa menyerukan ketua KPU Moris C. Muabuai dan komisioner Awal Rahmadi ditangkap karena diduga telah melanggar mekanisme prosedural tahapan pemilu. Seruan itu di suarakan oleh peserta aksi yang hadir, dan dalam bentuk spanduk yang di pampang didepan kantor KPU Kabupaten Kepulauan Yapen pada Jumat (31/5/2019).

Kordinator aksi Benyamin Wayangkau, SE kepada awak media mengatakan, Unjuk rasa yang dilakukan, menyikapi kinerja KPU Kepulauan Yapen yang telah menandatangani berkas DB1 dengan semena-mena tampa merujuk pada peraturan PKPU dan Undang-undang kepemiluan.

“KPU menyerahkan Dokumen DB1 kepada saksi-saksi Politik tertentu dan tidak menggunakan mekanisme secara resmi sebagai mana diatur dalam PKPU nomor 4 (empat) tahun 2019 dan undangan-undangan nomor 7 (tujuh) tentang penyelenggaraan pemilu. Itu yang membuat partai Politik mengutus utusannya menyampaikan aspirasi ke gedung KPU,” kata Benyamin.

Benyamin menyampaikan, pihaknya meminta agar Bawaslu Provinsi memanggil dan memeriksa Moris C. Muabuai selaku Ketua KPU Kabupaten kepulauan Yapen dan Awal Rahmadi selaku anggota komisioner untuk mempertanggung jawabkan segala proses dimana terjadi perubahan suara dari dokumen sebelumnya berbeda dengan Dokumen DB1.

Disebutkan Dokumen DB1 ditandatangani oleh sebahagian saksi partai perserta Pemilu dan 2 (dua) dari 5(lima) orang komisioner KPU yakni Ketua KPU Moris Muabuai dan Awal Rahmadi.

Pihaknya meminta membekukan sementara seluruh proses penetapan kursi calon dan partai pada tingkat Kabupaten Kepulauan Yapen untuk menetralkan dan menjaga stabilitas keamanan daerah. Dan memberikan wewenang KPU provinsi untuk mengambil alih Proses tahapan di KPU Kepulauan Yapen.

Menjawab tuntutan Demonstran, anggota komisioner Jhon F Waimuri menyebutkan, bahwa tidak dapat memutuskan suatu hal yang menjadi kepastian dari tuntutan Forum komunikasi lintas politik tersebut. Namun pihaknya bersama 2 (dua) komisioner lainya yaitu Evrida Worembai dan Yusuf Ruamba akan mengupayakan untuk meneruskan aspirasi ke KPU Provinsi.

“Kita tidak bisah memutuskan suatu hal itu menjadi pasti, keluhan terkait dengan DB1 ada perubahan data yang sudah tidak lagi akurat, kita membantu untuk meneruskan aspirasi ini ke tingkatan yang paling tinggi yaitu KPU Provinsi,” pungkasnya.

Ketika disinggung sekaitan keberadaan Ketua KPU dan salah satu komisioner lainya, John mengaku, tidak mengetahui keberadaan meraka ” Saya sampai sekarang tidak tau keberadaan ketua KPU, yang dua ini kita tidak tau,” cetusnya.

Kapolres Kepulauan Yapen AKBP Penri Erison S.Pd MM yang turun langsung mengamankan aksi tersebut menyampaikan, aksi yang dihadiri puluhan orang itu murni dari litas partai yang ingin menyampaikan aspirasinya.

Ia menuturkan, dihari sebelumnya aksi ini sepat hendak melaksanakan aksinya namun pihak pengamanan memutuskan untuk memulangkan peserta aksi karena tidak memiliki izin resmi dari kepolisian. Setelah sesuai prosedur pihaknya turut mengamankan agar penyampaian aspirasi dapat berjalan dengan baik.

Menanggapi tuntutan dari peserta aksi, Penri mengatakan bahwa pihaknya tidak dapat menjawab atas keinginan demonstran karena komisioner KPU Kabupaten kepulauan Yapen pada umumnya tidak berada di tempat.

“kami dari pihak kepolisian tidak bisa menjawab apa keinginan dari masyarakat karena ketua KPU dan komisioner pada umumnya tidak ada di tempat,” ucapya.

Diketahui aksi tindakan tidak terpuji dialami oleh komisioner KPU dimana, adanya oknum yang melakukan pengerusakan rumah dari Komisioner Awal Rahmadi pada minggu lalu dan Rumah Orang tua dari Ketua KPU Moris Muabuai.

Menanggapi aksi itu, Kapolres Penri berujar. bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku. Polisi telah mengamankan salah seorang yang diduga pelaku pengerusakan rumah orang tua Moris Muabuai sedangkan untuk kasus pengerusakan rumah Awal Rahmadi sedang dalam Lidik.

“Kita sudah amankan satu orang dan akan menindak tegas siapapun pelakunya,” tegas Penri.

Tags:
ID:2487 Responsif

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below