Paus Terdampar di Perairan Ambai Mati, Mulai Membusuk

Paus Terdampar di Perairan Ambai  Mati, Mulai Membusuk
Kondisi Paus yang sudah mati di Perairan Pulau Ambai Sudah Mulai Membusuk.

SERUI[PAPOS]-Pasca penyelamatan Paus yang terdampar pada (4/11) di pesisir Wairorif, kampung Bairei, Distrik Kepulauan Ambai tidak membuahkan hasil, Akhirnya kondisi mamalia langka itu pada selasa (5/11) dinihari sekitar pukul 03:00wit ditemukan warga sudah mati.

Dua hari pasca matinya, bangkai ikan Paus tersebut saat Kasat Polair Polres Yapen Iptu Haris Lambalo dan Wakapolres Kompol Marta S Tolau meninjau kondisi hewan mamalia tersebut terlihat mulai membusuk dan mengeluarkan aroma bau yang terasa menyengat hingga beberapa warga mengaku mulai tidak nyaman atas keberadaan bangkai Paus itu.

Sergius Numberi Sekertaris kampung Bairei menyampaikan pemerintah kabupaten Kepulauan Yapen agar secepatnya menangani bangkai paus tersebut. “ini mendesak sekali untuk limbahnya, kami minta pemerintah daerah agar menangani permasalahan ini,” Ucapnya.

Sergius mengaku bahwa bangkai ikan paus sudah berdampak pada masyarakat masyarakat sekitar. “Sudah ada efeknya,seorang perempuan yang mengalami muntah-muntah dan adalagi yang gatal-gatapl,” kata Sergius.

Lebih lanjut Sergius menyampaikan harapan masyarakatnya supaya bangkai ikan paus dapat di kuburan secara layak. Dari masyarakat sendiri sudah menyediakan dua tempat alternatif penguburan hewan langka tersebut.
“Harapan masyarakat harus di kuburan secara baik di darat, karena datang ke kampung kami secara baik.dua tempat kemungkinan yang sudah kami siapkan.”ungkapnya.

Semantara itu Yosep Numberi staf teknis Perikanan yang ditemui di lokasi bangakai ikan paus menerangkan untuk proses evakuasi sudah koordinasi dengan Semua pihak tinggal menunggu kedatangan tim di dilokasi.

“Usaha kami dari dinas perikanan kita sudah berkordinasi dengan semua pihak, sekarang kami menunggu rombongan dari biak bagaimana kita sama-sama evakuasi ikan paus tersebut,” ujarnya.

Ditempat terpisah kepala Dinas Perikanan dan kelautan Daniel Reba, SE menyampaikan bahwa pihaknya sudah berkordinasi dengan BKSDA (Badan Konservasi Sumberdaya Alam) Biak dan BKSDA Sorong, selanjutnya tim BKSDA akan memastikan upaya penanganan bangkai ikan paus tersebut. ” Mereka sudah dalam perjalanan nanti sesampainya dilokasi baru bisa diketahui penanganannya seperti apa” tandas Reba(rich/Itink)

ID:2487 Responsif

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below