by

Investor Harus Libatkan Masyarakat Lokal

-Ekbis-2,696 views

JAYAPURA [PAPOS] – Kamar Dadang dan Industri (Kadin) Papua berharap investor yang menanamkan investasi di Papua tidak hanya memikirkan keuntungan semata tetapi memberikan dampak positif dan melibatkan masyarakat lokal.

“Banyak masyarakat justru tidak merasakan apa-apa bahkan menjadi korban dari pembangunan, untuk itu bagi Kadin Papua kedatangan investor adalah yang paling utama harus berdampak positif,” kata Ketua Umum Kadin Provinsi Papua, Ronald Antonio disela-sela kunjungannya ke pabrik sagu milik PT Bangka Asindo Agri (BAA) yang ada di kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat, Bangka Belitung, (17/1/2022) kemarin.

Menurutnya peran masyarakat lokal Papua penting, sebab dirinya tidak menginginkan potensi sagu yang luar biasa di Papua dikuasai oleh investor, tetapi harus bermitra dengan masyarakat sehingga ada perputaran ekonomi yang baik di sekitaran industri.

“Potensi sagu di Papua sangat luar biasa, sehingga kami sengaja melakukan kunjungan ini untuk melihat pengolahan tepung sagu yang modern dan canggih,” katanya.

Ia menjelaskan, kungjungan ke PT. BAA sangat penting untuk mendapatkan informasi sebelum diajak menjadi rekan kerja membangun pabrik dan bekerja sama mengelola potensi sagu yang sangat luas di Papua.

“Kita akan mengajak partner kerja ke Papua untuk membangun industri-industri seperti ini di Papua, yang mana dari tepung sagu bisa dibuat menjadi mie. Sago Mee buatan PT. BAA ini kan produk mie pertama di dunia yang glouten free dan sangat baik,” sebutnya.

Hal penting lainnya, lanjut Ronald, yakni memanfaatkan hutan sagu di Papua tanpa harus merusak hutannya.

‘Kami mencari investor yang tidak hanya mementingkan keuntungan bisnis tetapi juga keseimbangan alam, dan kami juga terus mencari cara memikirkan kesinambungannya,” jelasnya.

Sementara itu, Ronald bersama 4 Waket Kadin Papua juga berkesempatan melihat pemanfaatan limbah pengolahan tepung sagu yang diproduksi menjadi biogas.

“Kita ingin mengajak PT. BAA untuk bisa membangun pabrik seperti ini di Papua sehingga hutan sagu yang di Papua dapat dimanfaatkan dengan baik dan lingkungan tetap terjaga, yang mana manfaatnya tidak hanya menjadi tepung tetapi dapat menghasilkan energi yang baru terbarukan,” bebernya.

Ia menambahkan, proses pabrikasi tepung sagu ini dibuat jadi bio gas untuk bahan bakar pembangkit listrik yang mana listrik tersebut bisa dimanfaatkan untuk pasokan listrik pabrik ataupun dijual ke PLN.

“Ini juga merupakan suatu terobosan bagus untuk nanti bisa diterapkan di Papua. Tujuan kami ingin memajukan dan meningkatkan perekonomian masyarakat Papua,” pungkasnya.

Kunjungan Kadin Papua diawal tahun 2022 untuk melakukan loby-loby guna mengundang dan meyakinkan para investor masuk ke Papua, khususnya yang bergerak pada bidang pangan. Kadin Papua melakukan pertememuan dan mengunjungi pabrik sagu modern dan canggih di Bangka Belitung.[tho]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *