Jumlah Pengangguran di Papua Bertambah, Tertinggi Lulusan SMK

Jumlah Pengangguran di Papua Bertambah, Tertinggi Lulusan SMK
Bagas Susilo dan Eko Mardiana saat merilis pertumbuhan ekonomi dan keadaan ketenagakerjaan di Provinsi Papua. (Syahriah)

JAYAPURA (PAPOS) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah pengangguran di Papua pada Agustus 2019 sebesar 67.173 orang, bertambah sekitar 5.288 orang dibanding Februari 2019 atau dalam kurun waktu 6 bulan, dan bertambah 8.417 orang dibanding Agustus 2018.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Papua, Bagas Susilo menjelaskan, kenaikan jumlah penduduk yang bekerja dapat menurunkan angka pengangguran jika jumlah angkatan kerjanya tetap.

“Namun, jika jumlah angkatan kerja turut meningkat, maka peningkatan jumlah penduduk bekerja belum tentu menurunkan jumlah pengangguran,” jelas Bagas didampingi Kepala Bidang Neraca Wilayah Statistik BPS Papua, Eko Mardiana saat merilis keadaan ketenagakerjaan di Papua, Selasa (5/11/2019).

Lebih lanjut Bagas mengungkapkan, angka pengangguran di Papua pada Agustus 2019 mencapai 3,65 persen dari total angkatan kerja, masih berada di bawah angka pengangguran nasional sebesar 5,28 persen.

“Tingkat pengangguran terbuka (TPT), penganggur lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) tertinggi mencapai 11,30 persen. Penganggur dengan tingkat sekolah lainnya memiliki TPT di atas 5 persen yakni penganggur tingkat pendidikan Diploma I/II/III sebesar 9,13 persen, universitas 7,81 persen, sekolah menengah atas 7,63 persen,” ucap Bagas.

“Sebaliknya TPT terkecil berada pada penganggur dengan tingkat pendidikan SD ke bawah 1,27 persen. Selama setahun terakhir yakni Agustus 2018 – Agustus 2019, secara umum TPT di Papua mengalami peningkatan 0,45 persen,” sambungnya.

Terkait dengan peningkatan TPT tersebut, kata Bagas, menurut tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan mengalami peningkatan TPT drastis yakni sekolah menengah atas (SMA), kemudian diikuti oleh SMK dan Diplom I/II/III.

Ditambahkan, jumlah angkatan kerja di Papua pada Agustus 2019 mencapai 1.842.203 orang, bertambah 6.240 orang dibanding kondisi Agustus 2018. Penduduk yang bekerja di Papua pada Agustus 2019 mencapai 1.775.030 orang, bertambah 28.067 orang dibandingkan Februari 2019, namun berkurang 2.177 orang dibanding Agustus 2018.

Kepala Bidang Neraca Wilayah Statistik BPS Provinsi Papua, Eko Mardiana mengungkapkan, lulusan SMK yang diharapkan mendapat pekerjaan ternyata mendominasi tingkat pengangguran terbuka.

“Lulusan SMK ini kan memang dipersiapkan untuk bekerja, tetapi begitu masuk ke lapangan kerja ternyata belum siap. Perlu dipersiapkan sarana dan prasarana yang lebih lengkap seperti fasilitas laboratorium di sekolah kejuruan,” imbuhnya. (Syahriah)

JAYAPURA (PAPOS) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua mencatat jumlah pengangguran di Papua pada Agustus 2019 sebesar 67.173 orang, bertambah sekitar 5.288 orang dibanding Februari 2019 atau dalam kurun waktu 6 bulan, dan bertambah 8.417 orang dibanding Agustus 2018.

Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Provinsi Papua, Bagas Susilo menjelaskan, kenaikan jumlah penduduk yang bekerja dapat menurunkan angka pengangguran jika jumlah angkatan kerjanya tetap.

“Namun, jika jumlah angkatan kerja turut meningkat, maka peningkatan jumlah penduduk bekerja belum tentu menurunkan jumlah pengangguran,” jelas Bagas didampingi Kepala Bidang Neraca Wilayah Statistik BPS Papua, Eko Mardiana saat merilis keadaan ketenagakerjaan di Papua, Selasa (5/11/2019).

Lebih lanjut Bagas mengungkapkan, angka pengangguran di Papua pada Agustus 2019 mencapai 3,65 persen dari total angkatan kerja, masih berada di bawah angka pengangguran nasional sebesar 5,28 persen.

“Tingkat pengangguran terbuka (TPT), penganggur lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) tertinggi mencapai 11,30 persen. Penganggur dengan tingkat sekolah lainnya memiliki TPT di atas 5 persen yakni penganggur tingkat pendidikan Diploma I/II/III sebesar 9,13 persen, universitas 7,81 persen, sekolah menengah atas 7,63 persen,” ucap Bagas.

“Sebaliknya TPT terkecil berada pada penganggur dengan tingkat pendidikan SD ke bawah 1,27 persen. Selama setahun terakhir yakni Agustus 2018 – Agustus 2019, secara umum TPT di Papua mengalami peningkatan 0,45 persen,” sambungnya.

Terkait dengan peningkatan TPT tersebut, kata Bagas, menurut tingkat pendidikan tertinggi yang ditamatkan mengalami peningkatan TPT drastis yakni sekolah menengah atas (SMA), kemudian diikuti oleh SMK dan Diplom I/II/III.

Ditambahkan, jumlah angkatan kerja di Papua pada Agustus 2019 mencapai 1.842.203 orang, bertambah 6.240 orang dibanding kondisi Agustus 2018. Penduduk yang bekerja di Papua pada Agustus 2019 mencapai 1.775.030 orang, bertambah 28.067 orang dibandingkan Februari 2019, namun berkurang 2.177 orang dibanding Agustus 2018.

Kepala Bidang Neraca Wilayah Statistik BPS Provinsi Papua, Eko Mardiana mengungkapkan, lulusan SMK yang diharapkan mendapat pekerjaan ternyata mendominasi tingkat pengangguran terbuka.

“Lulusan SMK ini kan memang dipersiapkan untuk bekerja, tetapi begitu masuk ke lapangan kerja ternyata belum siap. Perlu dipersiapkan sarana dan prasarana yang lebih lengkap seperti fasilitas laboratorium di sekolah kejuruan,” imbuhnya. (Syahriah)

ID:2487 Responsif

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below