by

Hari Pertama Masuk Kerja, 4000 ASN Masih Enggan Ngantor

-Info Papua-675 views

JAYAPURA [PAPOS] – Hari pertama masuk kerja pasca libur natal dan tahun baru, sekitar 4000 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua masih tambah libur alias bolos kerja.

Pada apel gabungan di halaman kantor gubernur Papua, Senin (6/1) jumlah ASN yang masuk kerja baru mencapai 3.100 orang dari jumlah 7000 orang ASN lebih.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Sekda Papua DR. Muhammad Mus’sad, SE, MSi dalam arahannya mengatakan awal tahun ini semua ASN lebih optimis dan semangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, sebagai pelayan masyarakat tentunya harus lebih meningkatkan kinerja dalam memberikan pelayanan untuk membangun Papua sesuai visi misi maju bangkit mandiri dan sejahtera secara berkeadilan.

“Lebih memberdayakan masyarakat kita untuk bisa menghidupi kehidupannya tanpa mengantungkan dirinya kepada pihak lain,” jelasnya.

Menanggapi itu, dirinya mengimbau kepada seluruh ASN untuk melaksanakan tiga hal pokok yakni, memberikan pelayanan kepada masyarakat, membangun Papua untuk maju bangkit, mandiri dan sejahtera secara berkeadilan, dan memberdayakan masyarakat agar bisa menghidupi kehidupannya tanpa bergantung pada pihak lain.

“Setiap tahun kita sudah merayakan dengan sukacita. Untuk itu, di tahun ini harus lebih semangat dan optimistis dalam melaksanakan tugas sebagai aparatur negara. Artinya 2020 harus lebih baik dari 2019,” katanya dengan tegas.

Pada kesempatan itu juga, Musa’ad menyampaikan terimakasih kepada pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang telah menyelesaikan administrasi pelaksanaan program kegiatan dan anggaran tahun 2019.

“Biasa akhir tahun tugas berat bagi pimpinan OPD, syukur bisa berjalan baik meskipun masih ada yang harus menyelesaikan dalam beberapa waktu ini, tetapi sebagian besar sudah bisa menyelesaikan tanggung jawabnya,” ujarnya.

Meskipun demikian, ujar ia, tanggung jawab sebagai pimpinan OPD belum selesai sampai disini, karena fakta-fakta lainnya juga masih harus dipersiapkan untuk dipertanggungjawabkan.

“Jadi saya minta apa yang sudah dilaporkan agar menyiapkan bukti-bukti karena di akhir Januari 2020 sudah ada pemeriksaan pendahuluan dari BPK, sehingga harus dipersiapkan sebelum adanya pemeriksaan,” tambahnya.[tho]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed