Angka Kemiskinan di Kepulauan Yapen Meningkat Setiap Tahunnya

Angka Kemiskinan di Kepulauan Yapen Meningkat Setiap Tahunnya

SERUI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Yapen mencatat, angka kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Yapen setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

Kemiskinan dipandang sebagai ketidak mampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar Makanan dan bukan Makanan yang diukur dari sisi pengeluaran, jadi Penduduk miskin adalah Penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per-bulan di bawah garis kemiskinan,” kata Kepala BPS Kabupaten Kepulauan Yapen Lasias Sambai S.Sos, ketika memulai perkataannya saat memberikan keterangan kepada awak media diruang kerjanya Selasa (27/08/2019).

Dilihat dari data. angka kemiskinan tahun 2017 diangka 25,353 Jiwa atau sekitar (26%) sedangkan 2018 sebanyak 26,298 Jiwa, dimana secara totalnya 27,17% dari jumlah penduduk. Untuk tahun 2018 sendiri yang berada dibawah garis kemiskinan 5,18% dan yang mengalami unsur keparahan 1,36%, dengan akumulasi pendapatan total masyarakat miskin Rp.600,161 per-bulan.

Disebutkan, peningkata angka kemiskinan di Kepulauan Yapen dari tahun-tahun sebelumnya selalu mengalami peningkatan tetapi dibawah kisaran 1 persen, sedangkan untuk data tahun 2019 masih menunggu dari pusat karena belum di lakukan Release.

Namun Lasias mengungkapkan, untuk skala Provinsi, Kabupaten Kepulauan Yapen masih lebih baik dalam menghambat peningkatan kemiskinan penduduk dibandingkan dengan beberapa daerah lain di Provinsi Papua.

“Kalau kita analisa di Yapen ini masih lebih baik dari Kabupaten-kabupaten lain,” Ungkapnya.

Lasias menjelaskan, peningkatan kemiskinan semata-mata tidak diukur dari pendapatan masyarakat, dimana survei yang dilakukan berdasarkan pendekatan pengeluaran.

“Peningkatan ini kita tidak bisah mengukur dari besaran pendapatan, karena Survei yang dilakukan BPS pendekatannya dengan besaran pengeluaran, jadi mengukur perdapatan itu diukur dari pengeluaran,” terangnya Lasias setelah membacakan data resmi BPS Tahun 2017 dan 2018.

Lasias menerangkan, realisasi angka kemiskinan penduduk Kepulauan Yapen didominasi oleh kaum petani. “Untuk di kepulauan Yapen pendapatan utama dari sektor pertanian, jadi yang menyumbang kemiskinan rata-rata dari masyarakat petani,” Terangnya.

“Jadi ada upaya menanggulangi angka kemiskinan diharapkan untuk masyarakat yang berada di sektor pertanian,” Lanjut Lasias berharap.

Lasias juga menegaskan kenaikan kemiskinan tersebut bukan disebabkan oleh kegagalan program Pemerintah namum karena mahalnya barang kebutuhan pangan yang di import masuk ke Kepulauan Yapen.

“Inikan barang banyak yang di import masuk, karena adanya beban biaya angkut harga barang yang terlalu tinggi sehingga membuat produksi pangan dari masyarakat itu rendah, itu sangat mempengaruhi,” Tandasnya. (RIC)

ID:2487 Responsif

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below