Jasa Raharja Tetap Membuka Pelayanan Selama Libur Lebaran

Jasa Raharja Tetap Membuka Pelayanan Selama Libur Lebaran
Kepala PT Jasa Raharja Cabang Papua, Marganti Sitinjak menyerahkan perlengkapan keselamatan kepada Kepolisian dalam rangka pengamanan lebaran 1440 H.

JAYAPURA (PAPOS) – PT Jasa Raharja Cabang Papua dan Papua Barat tetap membuka pelayanan selama libur lebaran 1440 H.

Kepala PT Jasa Raharja Cabang Papua dan Papua Barat, Marganti Sitinjak mengatakan, tetap membuka pelayanan selama libur lebaran.

Pihaknya menyiapkan petugas untuk melayani masyarakat. “Posko Lebaran 1440 Hijiriah dimulai 29 Mei 2019 sampai 11 Juni 2019,” kata Marganti.

Selain di kantor, personil Jasa Raharja juga siaga di Pos Kesehatan di Pelabuhan Jayapura dan Bandara Sentani.

“Kami ingin berbuat yang terbaik untuk saudara-saudara kami yang merayakan lebaran, oleh sebab itu Jasa Raharja membuka Posko Kesehatan di Pelabuhan Jayapura dan Bandara Sentani, selain itu mobil pelayanan kesehatan Jasa Raharja juga ada di sejumlah terminal penumpang,” jelasnya.

Selama Lima Tahun, Bayar Santunan Lebih dari Rp 99 Miliar

Dalam kurun waktu lima tahun yaitu dari tahun 2014 – 2018, manajemen PT Jasa Raharja Cabang Papua dan Papua Barat telah membayar santunan sebesar Rp 99.762.321.113.

Sementara santunan yang telah dibayarkan sejak Januari hingga April 2019 mencapai Rp 8.149.408.438. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibanding dengan jumlah santunan yang telah dibayarkan dalam periode yang sama tahun 2018 yaitu Rp 8.173.295.943 atau turun 0,29 persen sebesar Rp 23.887.505.

Marganti mengatakan, dalam hal kecepatan pembayaran santunan telah mencapai 3,16 hari sejak korban meninggal dunia dari target kecepatan 9 hari. “Dan kecepatan penyelesaian santunan saat berkas sudah lengkap yaitu 24,42 menit dari target 2 jam,” ujar Marganti.

Sementara itu, dari total santunan yang dibayarkan, usia terbesar dari korban yang mengajukan santunan dalam kelompok usia produktif yaitu umur 15 – 54 tahun mencapai 74,12 persen.

“Tren ini terus saja meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini merupakan suatu fenomena yang memprihatinkan lantaran para korban merupaka generasi muda dan merupakan tulang punggung keluara, sehingga berdampak pada penurunan kesejahteraan keluarga,” kata Marganti, Selasa (28/5/2019). (Syahriah)

ID:2487 Responsif

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below