Mengenal Tradisi Memasak Tertua di Papua

Mengenal Tradisi Memasak Tertua di Papua

Apakah kamu pernah mendengar tentang barepan? Ya, ini merupakan tradisi memasak tertua di Papua. Barapen adalah tradisi memasak dengan membakar secara besar-besaran, dan biasa dilakukan sebagai simbol dari rasa syukur dan persaudaraan.

Barapen juga dilakukan untuk merayakan sanak saudara yang kembali pulang setelah lama merantau, dan sebagai tradisi saat upacara kematian.

Masyarakat akan membakar beberapa jenis makanan untuk disantap bersama. Biasanya, bahan makanan yang digunakan, yakni daging, sayuran, dan beberapa jenis umbi.

Pertama-tama, dalam tradisi barapen, salah seorang penduduk akan menggali tanah yang selanjutnya disebut sebagai kolam.

Lalu dasar kolam ditata dengan beralaskan daun pisang, di atasnya ditata daging, sayuran dan umbi. Kemudian, bagian atasnya kembali ditutup dengan daun pisang.

Selanjutnya, warga mengambil batu yang dibakar hingga berwarna merah. Batu diturunkan di atas daun pisang sampai merata, hingga seluruh makanan yang dibungkus daun pisang itu matang.

Semua batu yang akan digunakan untuk memasak, dibakar dalam sebuah lubang yang dibuat di tanah.

Ketika batu dirasa sudah panas, maka tumpukan batu akan dibuka sebagian. Lalu semua sayuran dimasukan ke tengah-tengah celah batu yang tadi dibuka dimana daging ditempatkan di tengah-tengah sayuran sebelum celah batu kembali ditutup.

Walaupun dimasak dengan cara yang berbeda dari makanan pada umumnya, makanan yang dimasak dengan cara barapen tetap terasa lezat. Menariknya, lemak daging yang dibakar bersama makanan lain itu pun hilang. Lemaknya terserap ke dalam sayuran.

Barapen adalah tradisi di Papua yang mengajarkan bagaimana cara menciptakan dan menguatkan kebersamaan antar sesama manusia di suatu daerah atau suku. Dalam pelaksanaan barapen, seluruh warga yang terlibat melaksanakan seluruh persiapan, proses, hingga upacara makan secara bersama.

Penulis : Birgitta Ajeng

Sumber: Uzone.id

 

ID:2487 Responsif

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below