by

Gubernur Canangkan Pembangunan Wadah Pekerja Injil di Tanah Papua

-Info Papua-1,334 views

JAYAPURA (PAPOS) – Gubernur Papua Lukas Enembe secara resmi mencanangkan pembangunan Papua Christian Center (PCC) pada ibadah peringatan Hari Pekabaran Injil di Tanah Papua yang ke-167.

“Keberadaan PCC ini untuk mewadahi pekerja-pekerja injil untuk bekerja dalam ladang penginjilan,” kata Lukas Enembe dalam sambutannya pada perayaan HUT Pekabaran Injil di Tanah Papua yang ke 167 tahun, Sabtu (5/2/2022).

Menurutnya, pencanangan pembangunan PCC merupakan langkah strategis, yang menjadi langkah awal dalam perjalanan panjang pembangunan, pengembangan dan pemberdayaan masyarakat Papua, yang berlandaskan Injil Yesus Kristus.
“Papua Christian Center menjadi wadah, titik temu, tempat bersinergi pemerintah dengan gereja dalam menggumuli pekerjaan-pekerjaan Injil, guna mendatangkan keselamatan dan kesejahteraan bagi semua orang. Sehingga pemerintah akan secara konsisten mendukung pembangunan Papua Christian Center, yang kita semua bersama-sama canangkan di hari ini, pada HPI di Tanah Papua Ke-167 Tahun,” pungkasnya.

Lanjutnya, peringatan HUT Pekabaran Injil ke 167 sudah sepatutnya disyukuri karena Tuhan Yesus Kristus mengaruniakan kesempatan, sehingga dapat merayakannya bersama-sama masyarakat Papua.

“Sukacita hari ini adalah sebuah anugerah historis yang harus kita syukuri sebagai rasa terimakasih dan hormat kita bagi kebesaran Tuhan, sebab Dia telah mengerjakan pekerjaan besar bagi kita di atas negeri ini. Oleh karena anugerah-Nya, tanah ini telah dimeteraikan dengan doa sulung “Dalam Nama Allah kami menginjakkan kaki di Tanah Ini,” ungkap Gubernur Enembe

Gubernur menegaskan, api injil sudah dibawa oleh Ottow dan Geissler ke Mansinam, 5 Februari 1855, tepat 167 Tahun yang lalu. Api Injil sudah menyala, dan akan terus menyala, dari Tanah Papua ke semua bangsa. Allah begitu mengasihi manusia dan menempatkan manusia sebagai subyek utama dalam rencana keselamatan.

Rencana keselamatan ini dapat menyentuh semua bidang kehidupan manusia, antara lain bidang kesehatan, pengembangan ekonomi rakyat, pendidikan, pembinaan masyarakat, pengembangan institusi masyarakat (adat dan modern), serta pembangunan kampung.

“Dalam konteks masyarakat Papua, pelayanan Pekabaran Injil yang dapat menyentuh dan membangun seluruh aspek hidup manusia diperhadapkan dengan tantangan dan hambatan yang tidak mudah. Meski demikian, pelayanan gereja sebagai garam dan terang dunia masih dan akan terus berlanjut dan menjadi bagian penting dari pembangunan nasional di Papua,” tambahnya.

Menurutnya, fokus pelayanan pada masyarakat bukan hanya digumuli oleh pekerja-pekerja injil atau gereja saja, tetapi juga menjadi titik berat pergumulan pemerintah Provinsi Papua yang dituangkan dalam visi Pemerintah Provinsi Papua yakni Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera yang Berkeadilan.

Visi pemerintah diharapkan bukan hanya dikerjakan oleh pemerintah tetapi juga menjadi tanggungjawab gereja-gereja di Tanah Papua.

Untuk itu, sudah selayaknya dipahami bahwa pemerintah dan gereja adalah mitra kerja yang dapat bersinergi melayani umat dan masyarakat.

Sebab, gereja memiliki peran penting dalam pembentukan karakter religius umat dan umat pada hakekatnya terpanggil untuk menjadi pembawa terang guna kemajuan dan kesejahteraan serta membaharui kehidupan bersama.

“Gereja berperan sebagai agen pembaharu dan agen pembangunan masyarakat Papua,” imbuhnya.

Diakuinya bahwa pemerintah punya komunitas masyarakat, namun masyarakat adalah umat dari gereja.

Gereja lebih banyak bersentuhan langsung dengan masyarakat dan lebih dekat secara emosional, maka peran gereja sangat penting dalam membawa perubahan.

“Injil adalah kekuatan Allah yang mampu merubah dan mengubah segalanya. Dahulu kita hidup dalam kegelapan dan kekafiran. Akan tetapi karena Injil, maka hari ini kita semua dapat berkumpul disini dalam suatu sukacita yang tiada taranya sebagai anak-anak terang. Karena kita telah diselamatkan oleh Allah melalui terang Injil yang diwartakan kembali oleh kedua Rasul Allah. Banyak perubahan serta perkembangan yang terjadi di Tanah Papua, sejak Injil diwartakan pada tahun 1855, 167 Tahun yang lalu,” katanya.[tho]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *