by

Tourism Malaysia Bidik Pasar Papua, Promosikan Visit Malaysia 2026 di Jayapura

-Daerah-283 views

JAYAPURA (PAPOS) – Tourism Malaysia semakin gencar mempromosikan sektor pariwisatanya di Indonesia melalui kegiatan Malaysia Tourism Showcase (MATAS) B2B Roadshow 2026 yang digelar di Hotel Horison Ultima Entrop Jayapura, Jumat (12/6). Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye Visit Malaysia 2026 (VM2026) sekaligus upaya memperkuat kerja sama antara pelaku industri pariwisata Malaysia dan Indonesia, khususnya di Papua.

Direktur Tourism Malaysia Jakarta, Hairi Mohd Yakzan, mengatakan Jayapura merupakan salah satu pasar wisata yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Selain letaknya yang relatif dekat dengan Malaysia, masyarakat Papua juga memiliki minat yang cukup tinggi untuk berwisata, menempuh pendidikan, maupun mendapatkan layanan kesehatan di negeri jiran tersebut.

“Kami melihat potensi yang besar di Jayapura. Sudah cukup lama kami tidak melakukan promosi secara langsung di Papua. Berdasarkan masukan dari industri pariwisata Indonesia, masyarakat Papua memiliki minat yang tinggi untuk bepergian ke luar negeri, termasuk ke Malaysia,” ujar Hairi.

Menurutnya, konektivitas menuju Malaysia kini semakin mudah melalui penerbangan yang terhubung dari Jakarta, Makassar, dan Denpasar ke berbagai kota di Malaysia. Kondisi ini membuka peluang yang lebih besar bagi wisatawan asal Papua untuk berkunjung ke negara tersebut.

Jayapura menjadi kota ketiga dalam rangkaian Malaysia Tourism Showcase B2B Roadshow setelah Serang dan Bandung. Setelah Papua, kegiatan promosi serupa akan dilaksanakan di Malang dan Lombok.

Dalam kegiatan tersebut, lebih dari 10 pelaku industri pariwisata Malaysia turut ambil bagian. Mereka berasal dari berbagai sektor, mulai dari perhotelan, destinasi wisata, operator tur, rumah sakit, universitas, hingga penyedia layanan pariwisata lainnya. Melalui sesi presentasi produk dan pertemuan bisnis (business to business/B2B), para peserta berkesempatan menjalin kerja sama langsung dengan agen perjalanan dan pelaku industri pariwisata di Indonesia.

Hairi menjelaskan, roadshow ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan destinasi wisata Malaysia, tetapi juga mempromosikan berbagai layanan pendidikan dan kesehatan yang selama ini menjadi salah satu alasan masyarakat Indonesia berkunjung ke Malaysia.

Selain itu, Tourism Malaysia juga memperkenalkan program Visit Malaysia 2026 yang menghadirkan lebih dari 320 agenda dan festival sepanjang tahun. Berbagai kegiatan tersebut mencakup promosi budaya, kuliner, hiburan, wisata alam, petualangan, hingga warisan sejarah yang menjadi daya tarik utama Malaysia.

“Kami ingin memperkenalkan secara langsung produk-produk pariwisata Malaysia kepada masyarakat Indonesia, termasuk dari Papua. Banyak pilihan wisata yang dapat dinikmati, mulai dari wisata budaya, kuliner, belanja hingga wisata keluarga,” katanya.

Data Tourism Malaysia mencatat sebanyak 4,3 juta wisatawan Indonesia berkunjung ke Malaysia sepanjang 2025. Jumlah tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar wisatawan terbesar bagi Malaysia.

Untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan, saat ini tersedia lebih dari 610 penerbangan langsung setiap pekan antara Indonesia dan Malaysia dengan kapasitas lebih dari 110 ribu kursi per minggu. Melalui kampanye Visit Malaysia 2026, Malaysia menargetkan kedatangan 47 juta wisatawan internasional dengan estimasi pendapatan pariwisata mencapai RM329 miliar.

Sementara itu, Pemerintah Kota Jayapura menyambut positif kehadiran Tourism Malaysia di Papua. Pemkot berharap kerja sama yang terjalin tidak hanya mendorong masyarakat Papua berkunjung ke Malaysia, tetapi juga membuka peluang promosi potensi wisata Kota Jayapura di tingkat internasional.

“Kami berharap ada hubungan timbal balik. Malaysia memperkenalkan destinasinya di Papua, sementara potensi wisata Kota Jayapura juga dapat dipromosikan di Malaysia. Kami memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan mancanegara,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Ricard Nahumury.

Pemkot juga berharap pelaku industri pariwisata Papua dapat menjalin kerja sama langsung dengan operator tur dan agen perjalanan di Malaysia sehingga masyarakat memperoleh akses layanan perjalanan yang lebih mudah dan kompetitif.

Ketua DPD ASITA Papua, Iwanta Perangin Angin, turut menyambut baik kehadiran Tourism Malaysia di Jayapura. Menurutnya, kegiatan tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara pelaku industri pariwisata Papua dengan operator tur dan agen perjalanan di Malaysia.

Ia mengatakan selama ini pelaku usaha perjalanan wisata di Papua kerap menggunakan perantara dari Jakarta maupun Singapura untuk mengakses berbagai layanan wisata, pendidikan, dan kesehatan di Malaysia. Dengan adanya pertemuan langsung seperti ini, kerja sama antara agen perjalanan Papua dan mitra di Malaysia dapat terjalin lebih mudah sehingga berpotensi menghadirkan harga yang lebih kompetitif bagi masyarakat.

“Kalau bisa bekerja sama langsung dengan operator tur, rumah sakit, maupun penyedia layanan lainnya di Malaysia, tentu akan lebih memudahkan kami dan masyarakat Papua karena biaya yang ditawarkan bisa lebih efisien,” katanya.

Iwanta mengungkapkan minat masyarakat Papua untuk berkunjung ke Malaysia sebenarnya cukup tinggi. Sebelum pandemi Covid-19, kunjungan wisatawan asal Papua ke Malaysia berlangsung cukup rutin. Namun dalam beberapa tahun terakhir, fluktuasi harga tiket penerbangan menjadi salah satu tantangan yang memengaruhi mobilitas masyarakat.

Meski demikian, ia optimistis promosi yang dilakukan Tourism Malaysia di Jayapura dapat memperkuat hubungan bisnis pariwisata kedua wilayah sekaligus memberikan akses informasi yang lebih luas bagi masyarakat Papua yang ingin berwisata, menempuh pendidikan, maupun mendapatkan layanan kesehatan di Malaysia.

“Kami menyambut baik kehadiran Tourism Malaysia di Jayapura. Ini menjadi kesempatan yang baik bagi pelaku usaha pariwisata di Papua untuk membangun jaringan kerja sama secara langsung dan memberikan pilihan layanan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Tourism Malaysia berharap hubungan kerja sama pariwisata antara Malaysia dan Papua semakin erat sekaligus meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari Papua ke Malaysia pada tahun-tahun mendatang.