“Hari Air Sedunia : Wujudkan Akses Universal Air Bersih Di Kota Jayapura”

“Hari Air Sedunia : Wujudkan Akses Universal Air Bersih Di Kota Jayapura”

Oleh : Kurmia Citra Tandipare*

Peringatan Hari Air Dunia yang diperingati setiap tanggal 22 Maret, merupakan salah satu upaya untuk menginspirasi masyarakat dunia termasuk masyrakat Kota Jayapura untuk ikut berperan aktif mengatasi persoalan krisis air secara global. Tahun ini, Badan PBB UN Water mengusung tema “Leaving no one behind , tak ada yang tertinggal. Tema ini diangkat sebagai wujud komitmen PBB untuk mengimplemetasikan agenda “Sustainable Development Goal 6 is crystal clear : water for all by 2030”. Harapannya, melalui pembangunan yang berkelanjutan, setiap warga negara memiliki akses air bersih secara universal sehingga pemenuhan hak asasi manusia dapat terealisasi tanpa adanya diskriminasi gender, usia, suku, agama, status sosial atau pun ekonomi.

Sebagai salah satu kebutuhan pokok, air memegang banyak peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya untuk memasak, MCK, pertanian, industri, keperluan pemadam kebakaran dan masih banyak lagi, yang semuanya itu memerlukan akses air yang baik. Agar akses air universal air baku di Kota Jayapura dapat terwujud, maka perlu diperhatikan tiga poin penting yang saling terintegrasi.

Pertama sumber air baku, dalam hal ini Kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloops (CAPC) dengan luas kawasan ± 31.480 ha (BKSDA Papua, 2013) perlu dijaga dan dilestarikan. Kawasan CAPC merupakan daerah resapan (recharge area) bagi air tanah dengan struktur kekar pada batuan ultrabasa dan batu gamping membentuk rongga yang dapat dialiri air.  Air tanah mengalir melalui rongga-rongga tersebut ke kawasan yang lebih rendah yang berfungsi sebagai daerah resapan dan bermanfaat bagi penyediaan air bersih penduduk Jayapura dan sekitarnya. Akan tetapi, pada tanggal 29/08/2017 terjadi kebakaran hutan di kawasan CAPC sebesar 0,5 ha dengan ketinggian ± 400 dpl. Penyebabnya adalah pembukaan lahan kebun masyarakat yang berada di kawasan penyangga ± 100 m dari batas kawasan (http://ksdae.menlhk.go.id). Agar kawasan CAPC ini tetap lestari dan kebutuhan air baku di Kota Jayapura tetap terpenuhi, perlu keseriusan dari pemerintah antara lain Dinas Kehutanan dan Konservasi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), dan Dinas Pengelola Lingkungan Hidup untuk menyusun dan mensialisasikan regulasi secara komprehensif.

Kedua, distribusi dan pengelolaan air baku oleh PDAM Kota Jayapura. Di Kawasan CAPC terdapat beberapa sumber air bersih yang dimanfaatkan oleh PDAM Jayapura, antara lain Intake Buper, Kampwolker, Siborogonyi, Entrop, Kloofkamp, APO dan Angkasa (Ngutra,2017). Dengan jumlah penduduk Kota Jayapura sebesar 283.490 jiwa, semestinya distribusi air di Kota Jayapura dapat merata (BPS, 2016). Di Jayapura sendiri, sumber air dapat dikatakan cukup melimpah namun karena pengelolaan yang kurang maksimal menyebabkan terjadinya kebocoran disana-sini. Ini terbukti cakupan air yang bisa dilayani oleh PDAM baru 39 persen dari Kota dan Kabupaten Jayapura. Hal ini menunjukkan bahwa akses dan pelayanan PDAM perlu untuk ditingkatkan sehingga persentase cakupan air oleh PDAM dapat mencapai 100 persen.

Ketiga, monitoring dan evaluasi air baku oleh Dinas Kesehatan Kota Jayapura. Program monitoring kualitas maupun kuantitas air baku serta kualitas ini harus dilakukan secara konsisten dan kontinyu sehingga perkembangannya dapat diikuti. Selain itu, melalui data yang diperoleh Dinas Kesehatan, dapat menjadi bahan acuan bagi instansti pemerintah yang terkait ataupun perguruan tinggi di Kota Jayapura ataupun se-Indonesia untuk mencermati dan mengambil bagian dalam mengatasi persoalan akses air bersih di Kota Jayapura.

Melalui integrasi dan kolaborasi yang baik antara stakeholder terkait dan masyarakat, maka implementasi salah satu komitmen dalam sustainable development goal bukan hanya menjadi tanggung jawab PBB atau pemerintah, namun menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat global, termasuk masyarakat Kota Jayapura. Kiranya, peringatan Hari Air Dunia dapat menjadi momentum yang tepat bagi berbagai pihak mengambil langkah konkret dalam mengatasi berbagai permasalahan akses air secara global. Selamat Hari Air Dunia.

Referensi

Badan Pusat Statistik. 2016. Jumlah Penduduk Provinsi Papua. https://papua.bps.go.id/quickMap.html. Di akses 3 April 2019

[BKSDA]. 2013. Balai Besar Konservasi Sumber daya Alam Papua. Statistik Tahun 2009 – 2013. Jayapura (ID): Balai Besar Konservasi Sumber daya Alam Papua.

Ngutra, Risky.2017.Model Pengembangan Ekonomi Lokal Masyarakat Dalam Rangka Pelestarian Kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop Jayapura Papua. Skripsi. Sekolah Pasca Sarjana. Instititut Pertanian Bogor. Bogor

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. 2017. Kebakaran Hutan di Pegunungan Cycyloop. http://ksdae.menlhk.go.id/berita/1362/lagi,-kebakaran-hutan-ca-peg.-cycloop-berhasil-dipadamkan.html. Di akses 3 April 2019

 

 

 

 

 

 

 

*Mahasiswi Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana – kurmiacitra78@gmail.com

ID:2487 Responsif

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below